Sabtu Yang Menyenangkan

By Maria Ulfah

Hari ini sejak pagi saya sibuk, memasak untuk sarapan, menyiapkan obat Haidar, bersih-bersih diri, kemudian bersiap-siap pergi mengisi kajian parenting di SDIT Iqro’ di Serang.

Selesai mengisi kajian sekitar adzan dhuhur, kemudian saya pulang dan istirahat siang.

Kejadian yang menarik hari ini adalah inisiatif Haidar untuk mencuci pakaian bekas kotorannya tadi. Karena kemarin sakit muntah dan diare, maka otomatis bajunya terkena bekas muntahan dan diarenya. Sementara kami harus hemat air dan hemat detergen tapi tetap mengajarinya mandiri dan bertanggung jawab terhadap kebersihan barang miliknya.

Nah berpikir kreatif kami jalankan dalam hal memanage pemakaian air dan detergen untuk mencuci, sekalian saya mengajarkan tentang masalah Thaharah. Hukum barang dan pakaian dianggap suci dari najis jika telah hilang bau, warna dan rasa najis tersebut. Dan prinsip Thaharah ini harus dikedepankan dalam mencuci.

Saya ajarkan Haidar untuk menyiram bekas kotoran dari pakaiannya, lalu kemudian disikat tanpa deterjen, lalu disiram air lagi untuk menghilangkan bekasnya agar bersih, baru kemudian dikasih deterjen secukupnya dan kemudian disikat lagi agar benar-benar bersih dan terakhir disucikan dengan air yang mengalir. Sehingga hilang rasa, bau dan warna najis yang melekat pada pakaian dan benar-benar bersih dan suci.

Jadi prinsip kesucian diutamakan, lalu kemudian kami baru mensiasati penggunaan air dan deterjennya.

Thats all for today, Alhamdulilah

#Day10

#Gamelevel9

#KuliahBunSayIIP

#Think_Creative

Advertisements

Cerita Hari Ini

By Maria Ulfah

Inginnya hari ini saya bisa bermain kreatifitas bersama Haidar. Qodarullah sejak kemarin malam Haidar panas badannya dan tadi pagi diare kemudian disusul muntah. Akhirnya hari ini Haidar tidak sekolah dan istirahat dirumah saja.

Karena seingat saya buah pisang adalah obat diare, maka saya berniat membelinya ke penjaja buah dan sayur yang biasa mangkal di komplek saya. Ternyata penjual tersebut tidak membawa pisang Sunpride hari ini, tapi membawa pisang tanduk. Ya sudahlah tidak apa-apa, daripada pulang tidak membawa pisang. Akhirnya saya membeli pisang tanduk itu dengan tujuan sebagai obat penyakit diare Haidar.

Sesampai dirumah, saya bingung mau diolah yang seperti apa pisang tanduk ini, apakah dimakan mentah, direbus, digoreng, dikukus, dijadiin kolak atau penganan yang lainnya. Akhirnya saya tanya Haidar ia ingin pisang ini dimasak bagaimana, jawaban Haidar ternyata sangat simpel, digoreng saja katanya. Daan akhirnya tadi pagi saya membuat pisang goreng untuk Haidar dan ia menikmati pisang goreng yang saya hidangkan.

Hari-hari kami mulai terasa penuh tantangan, karena saya LDM dengan suami. Jadi kalau anak lagi sakit begini terasa berat, apalagi Haidar tipenya melow. Jadi saat sedang sakit sering kangen kepada ayahnya dan kakaknya yang dipesantren. Ikhtiar untuk kesehatan Haidar terus saya lakukan, dengan obat medis dan obat herbal juga. Smoga membawa kesembuhan bagi Haidar.

Semoga kami bisa melalui tantangan hidup ini dan naik kelas ke level berikutnya dengan capaian hidup yang kami cita-citakan dan menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin

Thats all for today, Alhamdulillah

#Day9

#KuliahBunsayIIP

#Gamelevel9

#Think_Creative

 

Resume & Review Materi Pengeditan Tulisan

By Maria Ulfah

Ada anekdot yang lucu sebagai pembuka kuliah whatsap Pengeditan Tulisan dan Naskah, yang disampaikan bang Darma Eka Saputra di grup Enrichment Bunda Sayang kemarin. Bang Darma mengatakan bahwa menjadi Editor (pengedit tulisan dan naskah) sebenarnya mencari-cari kesalahan orang lain, dan (menurut saya) itu hal yang mudah, karena kecenderungan manusia biasanya suka mencari dan memperhatikan kesalahan orang lain hehehe

Kata bang Darma selanjutnya adalah, seorang editor harus teliti dan sabar, apalagi menggarap naskah ratusan halaman. Mata harus jeli mengecek salah ketik atau typo. Insting berbahasanya juga harus bagus, ini bisa diasah dengan banyak membaca buku-buku berkualitas dari penerbit besar karena pengeditannya biasanya lebih rapi sehingga  hasil tulisannya lebih enak dibaca, serta merutinkan menulis.

Editor atau penyunting naskah tugasnya adalah memastikan naskah yang digarap menjadi layak dibaca. Kriteria layak dibaca itu adalah:

  1. Sesuai dengan kaidah EBI (Ejaan Bahasa Indonesia) kalau dulu namanya EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)
  2. Kalimat-kalimatnya efektif dan enak dibaca

Beliau menjadi narasumber kulwap kami dan mengarahkan jalannya kulwap dengan lebih banyak diskusi interaktif bersama member grup, tinimbang paparan teori yang padat. Tapi tetap terasa asyik dan mendatangkan banyak pengetahuan bagi kami.

Selanjutnya poin penting editing lainnya adalah editan mesti diusahakan tidak mengubah makna atau tujuan tulisan. Oleh karena itu, biasanya kalau untuk buku, editor akan berkomunikasi intens dengan penulisnya. Editor sebenarnya tidak hanya mengolah kalimat agar sesuai EBI, tapi juga agar naskah secara keseluruhan itu runut, saling menyambung dan tidak bertele-tele.

Ada 2 macam jenis editan, yaitu:

  1. Editan Mayor yaitu menyunting pemakaian kata dan keefektifan kalimat
  2. Editan Minor hanya mengedit tanda baca dan huruf besar kecil

Berikutnya bang Darma memberikan tips memulai menjadi Editor profesional yaitu dengan cara senang membaca buku, dan senang membuat tulisan yang sesuai kaidah EBI, lalu publikasikan tulisan tersebut dan kemudian ditawarkan kepada penerbit-penerbit. Menulis bisa juga di blog dengan ketentuan ada kesesuaian antara judul dan isi. Isi tulisan runut dan tidak bertele-tele serta sesuai EBI.

Alhamdulillah banyak pengetahuan yang menarik mengenai editing ini yang tentunya bermanfaat untuk pengembangan kualitas diri kami tentunya. Semoga ilmu yang kami pelajari bermanfaat. Aamiin

Bermain Lego & Robot

By Maria Ulfah

Aktivitas yang Haidar suka lakukan saat senggang dirumah adalah bermain Lego. Ia terlihat asyik mengotak atik dan membongkar pasang lego. Selama ini sudah berbagai macam jenis lego yang diutak atiknya dirumah, dan ia terlihat mulai bosan. Akhirnya rezki ilmu itu datang, saat sekolahnya mengadakan ekskul robotik tiap hari rabu sepulang sekolah.

Haidar lalu mendaftar ekskul tersebut dan belajar merangkai robot bersama teman-temannya. Masih sederhana sih, baru robot yang digerakkan oleh remote control dan batere.

Karena disekolah sudah mulai belajar robotik, membawa efek yang baik dirumah menurut saya. Yang terlihat dirumah, Haidar lebih kreatif memainkan legonya serta mainan robot miliknya, diaplikasikan dengan berbagai macam mainannya yang lain. Jadilah lego yang lebih keren dan lebih menarik. Imajinasinya menjadi lebih kaya dalam membuat lego, robot serta bercerita. Karena terkadang saya bertanya pada Haidar sedang membuat apa. Maka ia akan bercerita dari imajinasinya, ia tengah membuat apa dan ceritanya tentang apa.

Sungguh anak-anak memang sudah terlahir kreatif. Kitalah yang mengikis fitrah kreatifitas dan estetikanya, sehingga mereka bertumbuh menjadi orang-orang yang tidak kreatif. Jika mengingat hal ini kami merasa sangat malu, dan ingin mengubahnya. Smoga allah meridhoi semua niatan kami untuk mengubah semua hal buruk dalam hidup kami, menjadi lebih baik. Aamiin

Shollallahu ‘alaa sayyidina Muhammad

Shollallahu ‘alaihi wasallim

#Day8

#KuliahBunSayIIP

#Gamelevel9

#Think_Creative

Kreasi Makanan

By Maria Ulfah

Pagi ini saya belanja ke tukang sayur ingin menu lauk yang berbeda. Bosan dengan ayam, ikan dan telur, saya ingin variasi menu yang lain. Tiba-tiba mata saya tertumbuk pada bungkusan berisi bulir-bulir putih, setelah saya amati ternyata itu teri basah mentah. Biasanya teri ini dimasaknya dengan dipepes atau digoreng kering pake tepung. Jangan tanya rasanya, hhmmmm endeeess markondes.

Nilai gizi ikan teri basah ini juga sangat tinggi. Selain Omega 3, kandungan kalsiumnya yang tinggi juga bagus untuk anak-anak dan orang tua. Tapi kemudian saya berpikir kalo diolah seperti dipepes dan digoreng tepung pasti Haidar nggak mau makan. Enaknya dimasak apa yaa…

Tiba-tiba saya ingat kalo Haidar sangat suka makan olahan telur, entah diceplok, didadar, maupun direbus. Saya kemudian terpikir ide untuk menggabungkan antara telur dan teri basah tersebut untuk menu hari ini.

Voila jadilah masakan dadar teri goreng, bahan-bahannya terdiri dari telur ayam, teri basah mentah, tepung terigu sedikit, garam, serta lada bubuk dan ketumbar bubuk untuk menyiasati bau amis teri basah. Semua bahan dicampur, kemudian goreng sampai matang. Jadilah dadar teri goreng dan siap disantap.

Alhamdulillah Haidar suka dan dadar teri gorengpun habis tak bersisa. Mau memfoto lupa hehehe. Tapi ini bukan hoax loh, walaupun no picture.

#Day7

#Gamelevel9

#KuliahBunsayIIP

#Think_Creative

 

Belajar Design Grafis

By Maria Ulfah

Akhir-akhir ini, setelah saya bergabung dengan IIP dan merasakan turbulensinya tugas sebagai Fasilitator Matrikulasi dan kelas Bunda Sayang, ada hobi baru yang muncul, yaitu belajar design grafis. Awalnya belajar design grafis ini karena tuntutan tugas saja. Tapi lama-lama jadi hobi dan membawa keasyikan tersendiri.

Yaa asyik belajar designnya, takjub dengan berbagai template dan kegunaannya, sekaligus suka dengan pencampuran warnanya dan seni keindahannya, jadi belajar design itu sesuatu yang mengasyikkan dan membuat exciting lah.

Selama ini belajar design saya aplikasikan untuk membuat flyer, infografis, kartu, kupon, Co Card, sarana presentasi, pigura foto, poster, Logo, sertifikat, resume. Sedangkan untuk membuat spanduk atau banner belum saya pelajari.

Aplikasi apa yang saya pakai untuk belajar design? Yang utama adalah Canva, lalu program Paint di komputer dan Picsart (tapi jarang sekali saya gunakan). Sisi kreatif dan “nyeni” nya adalah bisa mencampur warna, mengadopsi, membuat bentuk-bentuk, menggabungkan beberapa bentuk dan gambar ke aplikasi yang berbeda.

Daan saya sangat bersyukur bisa belajar design, walaupun masih cetek ilmunya, belum canggih tapi lumayan lah. Saya masih harus terus belajar dan berlatih dengan banyak aplikasi design agar lebih mahir dan terampil mendesign. Karena saya belum merambah design yang aplikatif untuk barang-barang, seperti design untuk gambar kaos, tas, topi, sepatu, gelas atau mug. Syukur-syukur jika nanti bisa menghasilkan pendapatan bagi keluarga. Aamiin

#Day6

#Gamelevel9

#KuliahBunSayIIP

#Think_Creative

 

 

Mainan Stick Es Krim

By Maria Ulfah

Memang benar bahwa anak-anak sejak awal telah terlahir kreatif. Hari ini saya membuktikannya sendiri pada Haidar. Hari ini Haidar membeli stick es krim dari tukang jualan mainan digerbang sekolahnya. Stick es cream 50 biji seharga Rp. 5000. Tujuan awal Haidar beli stick es cream tersebut sebagai sarana untuk menghitung matematika.

Ternyata dalam prakteknya, stick-stick es cream itu dipakai untuk main bersama-sama teman-temannya sesuai imajinasi mereka (bermain catur, bentengan, dam-daman, bermain tepuk jauh), membuat craft dan tentu saja dipakai sebagai alat penghitungan matematika.

Sungguh sayang hari ini saya tidak memotret hasil kerja kreativitas Haidar, karena terlalu asyik memperhatikan dia main bersama teman-temannya. Saya hanya memotret bentuk awal stick es cream sebelum dipakai Haidar berkreasi.


#Day5

#GameLevel9

#KuliahBunSayIIP

#Think_Creative

Membuat Roket Mainan

By Maria Ulfah

We spent our time this day not going anywhere. I had a lot of things to do, such as cleans the house and yard, bathroom, cooks some food, wash dishes and also cleans our car. Quite tired for me, but overall i felt happy.

About 11 am, i asked Haidar what did he want to do? playing games or making some toys?

Dari hasil obrolan kami, akhirnya diputuskan kami akan membuat prakarya sederhana dari botol plastik bekas air mineral yang banyak terdapat dirumah kami. Jadi kami berkreasi membuat mainan roket dari botol bekas air mineral. Bahan-bahan yang dibutuhkan selain botol bekas air mineral, adalah kertas hvs, lem, lakban, kardus bekas, spidol, serta gunting dan pisau sebagai alat potong.

Pembuatan roket mainan ini hasil kreasi Haidar sendiri, saya hanya menemani dan hanya membantu melubangi botol mineral, proses selanjutnya Haidar sendiri yang mengerjakannya. Tapi ada insiden kecil saat tanpa sengaja, tangan Haidar tergores oleh pisau yang dipakainya sendiri. Lukanya tidak terlalu dalam sih, taPi dia menangis dan mengatakan kalo rasanya sakit dan perih. Saya mencoba menenangkannya dan mengobati lukanya. Alhamdulillah setelah diobati, tangisannya mereda dan melanjutkan membuat roket mainannya lagi. Maybe he just want to be heard his feeling and his pain, not more.

Tepat saat adzan dzuhur, roket mainan sebanyak 2 buah selesai dibuat dan lalu dijajal dan dimainkan Haidar sore tadi.
Hari ini kami membuat sesuatu yang berbeda dengan memanfaatkan barang yang ada dirumah dan dari bahan yang sederhana untuk diubah menjadi bahan mainan yang menyenangkan bagi Haidar. Belajar menjadi kreatif ini masih menjadi PR untuk kami orangtua khususnya, karena sejatinya anak-anak sudah terlahir kreatif.

Thats all for today, Alhamdulillah

#Day4

#GameLevel9

#KuliahBunsayIIP

#Think_Creative

 

Learn Creative Day 3

By Maria Ulfah

Rutinnya hari sabtu pagi biasanya Haidar latihan Taekwondo, tapi khusus sabtu ini libur latihan karena pelatihnya ada acara penting yang tidak bisa ditinggalkan. Saya kemudian berpikir sabtu pagi ini mau apa ya? Haidar kalo dirumah terus pasti bosen.

Cari-cari ide kegiatan apa yang asyik sekaligus menyehatkan. Akhirnya terbersit ide untuk berenang. Terlebih lagi Haidar juga sudah lama nggak berenang. Apakah dia masih ingat gaya-gaya renang yang dia pelajari? Haidar sudah mahir renang gaya dada, sedangkan untuk renang gaya bebas dia belum mahir, sehingga perlu dilancarkan dengan latihan terus.

Haidar tentu saja sangat antusias pergi berenang pagi ini, bahkan ia menyiapkan semua kebutuhannya sendiri untuk berangkat berenang. Kami berangkat berenang ditemani mahasiswa suami yang menjadi ojek sementara pengantar jemput Haidar sekolah. Beruntungnya kami, ternyata mahasiswa suami ini jago berenang, sehingga Haidar tadi pagi juga mendapatkan les private dadakan untuk melancarkan renang gaya bebasnya dan belajar renang gaya punggung.

Tujuan saya tadi pagi selain mengantar Haidar berenang, adalah pergi mencari info pendaftaran kursus bahasa Inggris. Karena kebutuhan mendesak saya untuk berlatih Conversation sebagai bekal hidup nanti menyusul suami tinggal di Luar Negeri. Alhamdulillah tadi saya mendapat informasi yang lengkap mengenai kursus bahasa Inggris yang saya butuhkan. Sehingga tujuan hari ini keluar rumah semua terpenuhi.

Mungkin kegiatan hari ini tidak masuk ranah kreativitas. Tapi bagi saya dan Haidar, hari ini berjalan menarik dan menyenangkan, dia sangat senang saya temani berenang sehingga mendekatkan bonding kami berdua. Saya berusaha menyerap dan mengeksekusi ide berenang untuk mengisi kekosongan aktivitas Haidar di sabtu pagi dan ternyata hasilnya menyenangkan. It’s Worth

That’s all for today, Alhamdulillah

#Day3

#GameLevel9

#KuliahBunSayIIP

#Think_Creative

 

Main Hujan-hujanan

By Maria Ulfah

Sore tadi hujan di kota Serang. Efek LDR an dengan suami jadi terasa, i’m feeling blue. Tapi kemudian saya teringat bahwa saya tidak sendiri, ada Haidar. Daripada fokus pada perasaan melow saya saja, lebih penting bagi saya untuk menjaga perasaan dan mood Haidar. Maka saya harus tetap ceria, tegar dan bersemangat untuknya.

So daripada melow-melow karena hujan di sore hari, saya mengalihkan fokus pikiran dan perhatian saya pada Haidar yang pengen main hujan-hujanan. Saya awalnya agak keberatan dia hujan-hujanan. Tapi hujan semakin deras, airnyapun bersih. Tiba-tiba saya punya ide dan saya utarakan pada Haidar.

“Adik boleh hujan-hujanan tapi sekalian nyuci sepeda ya” saya menawarkan kesepakatan padanya

“Iya ma, Haidar mau” katanya

Jadilah akhirnya Haidar keluar dari kamar mandi membawa sikat dan kanebo untuk membersihkan sepedanya. Tentu saja sebelum mencuci sepeda, dia hujan-hujanan dulu bersepeda keliling gang rumah kami. Baru setelah itu dia mencuci sepedanya, diselingi dengan canda bersama anak-anak tetangga teman main Haidar yang sama-sama bermain hujan-hujanan.

Setelah selesai mencuci sepeda dan hujanpun mulai reda, Haidar masuk ke dalam rumah untuk mandi. Ternyata sambil mandi Haidar mencuci bajunya yang basah yang dipakai hujan-hujanan tadi, pintaar hehehe
Learning point hari ini adalah saya belajar menyerap ide dan keinginan Haidar untuk hujan-hujanan, kemudian memanfaatkan ide itu untuk melakukan kegiatan yang kreatif dan bermanfaat lainnya selain hujan-hujanan, yaitu mencuci sepeda – efektif 2 pulau terlampaui oleh 1 kegiatan hehehe, daaan ternyata saya dapet bonus lagi karena Haidar mau nyuci bajunya yang bekas dipakai main-hujan-hujanan tadi.

Hasil akhirnya saya dan Haidar sama-sama senang, karena Haidar bisa main hujan-hujanan, sepedanya bersih dan baju bekas main hujan-hujananpun juga sudah dicucinya. Ternyata berpikir kreatif dan mengeksekusinya dengan bahagia, menyenangkan bagi semua orang.

Thats all for today, Alhamdulillah

#GameLevel9

#Day2

#KuliahBunSayIIP

#Think_Creative